Jumat, 02 Desember 2011

Indonesia Merdeka
65 Tahun Indonesia Merdeka
Dirgahayu Indonesiaku


Merenung di malam yang sepi
Merajut mimpi tentang negeriku yang indah
Kurasakan ada tangis tersembunyi
Sayup-sayup derita yang menyeruak
Negeriku masih menyisakan lara

Lara diantara himpitan gedung bertingkat

Lara diantara keindahan alam yang disulap jadi lapangan golf
Lara diantara hilir mudik kendaraan pribadi yang membuat jalanan kian macet
Lara diantara pesta pora dan hedonisme kekuasaan

Berpuluh bom molotov dilontarkan.

Ribuan batu, kayu dan pentungan melayang mengporakporandakan rumah dan masa depan para pedagang kaki lima.
Percikan api bergumul dengan udara membakar mobil, kantor dan rumah dinas.

Inikah potret negeriku tercinta?

Sakitmu sakitku,
Deritamu deritaku,
Perihmu perihku
Cobaanmu cobaanku

Negeriku tercinta Indonesia

Hidup negeriku Indonesia tercinta
Moga dihempaskan jutaan buaya yang hendak menggerogotimu
Moga dienyahkan bajingan tengik dan para pencuri berwajah malaikat
Moga disikat habis para koruptor dan pejabat bermoral kotor

Jangan menangis negeriku Indonesia

Andaikan kami diberi kekuatan membela kedaulatanmu
Andaikan kami diberi kekuatan menyingkirkan kemunafikan dan ketidakadilan
Andaikan kami diberi kekuatan mengikis habis kebohongan publik

Namun sayang kami tidak diberi kekuatan untuk itu
Kami hanya bisa diam, dan menulis keluh kesah kami

Namun kami tetap berharap

Agar negeriku nan elok tetap tersenyum
Kami percaya pada kekuatan Illahi
Kami yakin para pencoleng tengil akan mulai dibabat habis
Kami yakin pintu kebenaran segera terbuka
Insya Allah… Amin.

DIRGAHAYU INDONESIAKU
Indonesia merdeka

Merdeka......
Merdeka......
Merdeka......

INDONESIA MERDEKA

66 Tahun Indonesia Merdeka

By at July 29, 2011 | 08:42 | Print
66 Tahun Indonesia Merdeka
Untuk sebuah perjalanan negara, usia 66 tahun masihlah muda. Tapi esensinya bukan pada angka, melainkan sejauh mana Indonesia benar-benar telah merdeka.
Perjuangan mencapai kemerdekaan di negeri ini sungguhlah panjang. Mulai dari zaman kerajaan-kerajaan Nusantara yang bersifat kedaerahan, sampai ke gerakan kepemudaan yang menandai Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908. Kegerakkan yang bersatu dari berbagai wilayah di Indonesia ini memuncak dengan pernyataan kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Saat mempelajari catatan sejarah pendirian negeri ini, banyak hal yang menarik. Para pendiri negeri ini, walau berbeda ideologi dan daerah, melihat Indonesia ke depan. Saat merumuskan pernyataan kemerdekaan dan bahkan dasar negara Indonesia, para pendiri bangsa kita melihat bahwa Indonesia masih harus diperjuangkan bersama-sama. Fundamental Indonesia harus dibangun kokoh dengan melihat kepentingan negara di atas kepentingan pribadi bahkan kelompok.
Dari para pendiri bangsa seperti Bung Karno, Bung Hatta, Sjahrir, Bung Tomo, dan masih banyak yang lainnya; dari para pejuang seperti Diponegoro, Tjut Nyak Dien, Pattimura, Hassanudin, dan yang lainnya; Indonesia ternyata memiliki semangat dan pemikiran perjuangan yang luar biasa. Semangat dan pemikiran untuk Indonesia itulah yang saat ini harus dimiliki para pemimpin dan rakyat Indonesia dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan yang masih berusia 66 tahun.
Indonesia harus kuat dan jangan saling memperlemah!
Dirgahayu Indonesia!

Kisah Inspiratif Bermakna

Dari Cleaning Service ke Jutawan :
Pikir itu pelita hati, kemauan dan keunggulan itu milik orang yang mau berusaha
anne-ahiraKisah ini saya dapatkan ketika menonton Kick Andy Sekitar awal tahun 2006 lalu. Anne Ahira, dulu adalah seorang Cleaning Service part time pada sebuah hotel di Bandung. Sebagai seorang Cleaning Service, suatu ketika ia pernah mendapat hinaan dari pengunjung hotel. Namun justru hinaan itu yang membuat ia bangkit. Ia tidak ingin menjadi Cleaning Service seumur hidup, dan ingin membuat hidupnya sukses. Dengan kemampuan yang ia miliki, ia mencoba untuk membangun sebuah pasar dunia maya (internet marker).
Dengan tekad, kemauan , dan kerja kerasnya, akhirnya ia sekarang menjadi seorang CEO pada sebuah situs internet market dengan penghasilan sebesar 20.000 dollar AS per bulan (sekitar Rp 190 juta). Tekad yang tidak pernah merasa puas dengan hasil yang dicapainya itulah yang mengantarkan ia menjadi wanita muda yang sukses.
Anne masuk dalam buku tentang orang-orang sukses di dunia internet marketing, dan ia adalah satu-satunya orang Indonesia yang masuk di buku itu. Ia juga menjadi satu-satunya warga Indonesia yang ikut menulis dalam buku best seller tentang bagaimana sukses di dunia maya.
Apa yang dapat kita tiru dari Anne? Anne pernah dihina karena pekerjaannya, namun hinaan itu bukan membuat dirinya semakin pesimis meratapi nasib. Justru hinaan itulah yang membuat ia bangkit untuk mengubah nasib. Anne ingin sukses, karena itu ia bangkit untuk berkarya. Anne sudah punya penghasilan 20.000 dollar AS per bulan, tapi ia merasa bahwa ia belum sukses. Ia menetapkan target pribadi untuk memperoleh penghasilan sebesar 100.000 dollar AS per bulan.
Suatu cerita yang mengugah diri kita untuk mampu bangkit dan berkarya dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki. Sebuah pesan dari Anne: Pikir itu pelita hati, kemauan dan keunggulan itu milik orang yang mau berusaha

10.000 buat kita bersukur

Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar, tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan.

Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, "Beri kami sedekah, Bu!"
Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan, ia lalu menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya. Kemudian pengemis itu memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke mulutnya, seolah ia ingin berkata, "Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami
tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan!"
Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, "Tidak... tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!"
Ironisnya meski tidak menambahkan sedekahnya, istri dan putrinya Budiman malah menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli cemilan. Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan ke arah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang tanggal gajian, karenanya Budiman ingin mengecek saldo rekening dia.
Di depan ATM, Ia masukkan kartu ke dalam mesin. Ia tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat kemudian muncul beberapa digit angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening.
Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM. Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya. Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai 10 ribu yang ia tarik dari dompet. Uang itu Kemudian ia lipat kecil untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadi meminta tambahan sedekah.
Saat sang wanita pengemis melihat nilai uang yang diterima, betapa girangnya dia. Ia pun berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan: "Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah... Terima kasih tuan! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga. Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan keluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga tuan dan keluarga juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga...!"

Budiman tidak menyangka ia akan mendengar respon yang begitu mengharukan. Budiman mengira bahwa pengemis tadi hanya akan berucap terima kasih saja. Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadi sungguh membuat Budiman terpukau dan membisu. Apalagi tatkala sekali lagi ia dengar wanita itu berkata kepada putri kecilnya, "Dik, Alhamdulillah akhirnya kita bisa makan juga....!"
Deggg...!!! Hati Budiman tergedor dengan begitu kencang. Rupanya wanita tadi sungguh berharap tambahan sedekah agar ia dan putrinya bisa makan. Sejurus kemudian mata Budiman membuntuti kepergian mereka berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuah warung tegal untuk makan di sana.
Budiman masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga istri dan putrinya kembali lagi dan keduanya menyapa Budiman. Mata Budiman kini mulai berkaca-kaca dan istrinya pun mengetahui itu. "Ada apa Pak?" Istrinya bertanya.
Dengan suara yang agak berat dan terbata Budiman menjelaskan: "Aku baru saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah!"

Awalnya istri Budiman hampir tidak setuju tatkala Budiman mengatakan bahwa ia memberi tambahan sedekah kepada wanita pengemis. Namun Budiman kemudian melanjutkan kalimatnya:
"Bu..., aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat menerimanya, ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Tidak itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan keluarga kita. Panjaaaang sekali ia berdoa!
Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah.
Bu..., aku malu kepada Allah! Dia terima hanya 10 ribu begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak berucap hamdalah." 

Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata dan beberapa bulir air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemas setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba. Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang kerap lalai atas segala nikmat-Mu

Kamis, 01 Desember 2011

miliki kesabaran

ORANG yang memiliki kesabaran, tidak mudah putus asa. Kenapa? Karena ada sesuatu yang kuat di dalam dirinya. Sekalipun didera masalah bertubi-tubi, dia tidak mudah putus asa. Sementara orang yang tidak memiliki kesabaran, jika dibelit persoalan, mungkin langsung ke-cewa dan menyerah pasrah. Orang seperti ini dengan sendirinya tidak bisa menikmati cinta kasih dan pertolongan Tuhan di dalam kehidupannya karena tidak merasakan munculnya kesabaran seba-gai suatu sudut pertahanan yang bisa menguatkan dirinya.

Orang yang memiliki kesabaran, tidak akan marah tanpa arah. Dalam Alkitab ada tertulis: jangan-lah amarahmu bertahan sampai matahari tenggelam. Maksudnya, sebelum matahari tenggelam, perasaan amarah itu sudah harus hilang. Ungkapan di atas mengan-jurkan agar sifat amarah itu jangan berlarut-larut. Sebab jika kemarah-an dibiarkan berlarut-larut, akan timbul kebencian. Rasa benci yang dipelihara akan berubah menjadi dendam. Rasa dendam berpotensi mengarahkan kita melakukan suatu tindakan dosa yang dampak-nya bisa sangat mengerikan.

Meski demikian, bukan berarti pula kita tidak boleh marah, sebab Yesus sendiri pernah marah. Marahlah kalau kebenaran diper-mainkan. Marahlah kalau kebebalan dipertontonkan. Marahlah karena kedegilan dan ketololan dilakukan berulang-ulang. Marah karena hal-hal seperti itu jelas memiliki arah. Tetapi marah tanpa arah adalah marah tanpa sebab dan tujuan yang jelas. Tidak ada masalah, marah. Salah sedikit, marah-marah. Itu contoh-contoh kemarahan yang tidak punya arah. Orang yang suka marah tanpa arah, pada dasarnya sedang mem-pertontonkan bahwa dirinya tidak punya pegangan. Orang seperti ini sangat sensitif, sangat emosional. Orang yang memiliki sifat semacam ini kondisinya juga sangat labil. Kenapa? Karena dia tidak memiliki akar atau pegangan yang kuat, sehingga tidak punya daya tahan. Dan orang-orang semacam inilah yang gampang putus asa. Dari sini dapat pula ditarik se-macam kesimpulan bahwa, kemarahan itu timbul karena faktor ke-putusasaan. Kemarahan itu timbul karena
tidak berakar pada satu kekuatan yang solid sehingga membuatnya sangat labil, yang pada gilirannya membuatnya tidak memiliki kemampuan mengendalikan diri. Oleh karena itu, kita mutlak harus memiliki kesabaran sebagai sesuatu yang telah Tuhan anugerahkan ke-pada kita. Dan itu wajib kita aplikasikan dalam hidup kita sehari-hari.

Yang kedua, orang yang mem-punyai kesabaran, melihat perma-salahan sebagai anak tangga menuju kemajuan. Jika dia terbentur pada suatu masalah, dia tidak lari. Sebab dia justru melihatnya sebagai anak tangga menuju kemajuan. Karena jika ada orang yang sudah biasa dan bisa melewati masalah, dengan sendirinya dia punya pengalaman menangani/mengatasi masalah. Orang yang sudah terbiasa mengatasi masalah, dengan sendirinya daya tahannya makin bertambah. Jadi, masalah merupakan sebuah latihan baginya, sebuah ujian yang sangat penting.

Orang-orang Kristen saat ini, kebanyakan cenderung menjadi cengeng. Ini terjadi pada orang-orang yang punya anggapan bahwa dengan percaya kepada Tuhan, kita tidak bakal dapat masalah lagi. Bagi orang-orang seperti ini, Tuhan adalah tempat membereskan semua persoalan. Tuhan hanya sebagai tempat pelarian atau pelampiasan emosi. Sikap ini jelas kontra-produktif dengan ucapan Yesus, "Mau ikut Aku? Sangkal dirimu, pikul salibmu." Ucapan Yesus itu tentu tidak sejalan dengan kecenderungan kebanyakan orang Kristen masa kini yang lari ke Tuhan hanya jika sedang dilanda persoalan. Sebalik-nya, jika sedang merasa senang, kita tidak punya waktu untuk Tuhan, tetapi sibuk dengan hantu. Maksudnya kita berasyik-masyuk dengan kenikmatan duniawi yang menjerumuskan.

Inilah bentuk kecenderungan yang salah, sehingga keberimanan kita kepada Tuhan, seringkali bukan ditakar atau diukur dari bagaimana kita menyenangkan Tuhan, tetapi bagaimana disenangkan oleh Tuhan. Orang Kristen yang punya sifat semacam ini, yang inginnya hanya disenangkan Tuhan, memiliki mentalitas yang sangat payah, dan sangat tidak layak menyandang predikat sebagai laskar Kristus. Sebab yang namanya laskar, tempatnya di medan tempur, dan permintaannya bukan bagaimana disenangkan oleh Tuhan. Laskar adalah suatu posisi yang sangat terhormat, karena dia diberi kepercayaan untuk berjuang. Jadi, namanya bukan laskar jika meminta baju dengan tanda bintang kehormatan. Laskar bukan orang yang tahunya hanya makan enak dan minum nikmat. Kecenderu-ngan semacam ini tentu membuat orang menjadi malas dan bahkan membahayakan bagi orang lain.

Seorang pengusaha sukses, tentu berjuang sehingga mampu membangun perusahaannya. Se-dangkan orang yang selama ini mendapat banyak fasilitas, keba-nyakan mengalami kegagalan. Banyak contoh membuktikan bahwa generasi pertama yang membangun sebuah perusahaan besar adalah orang-orang gigih, punya semangat juang tinggi, pantang menyerah meskipun didera berbagai kesulitan dan kesusahan yang luar biasa. Namun, tidak jarang anak-anaknya atau cucu-cucunya yang merupakan generasi kedua dan ketiga, yang tidak pernah merasakan masa-masa susah dan sulit, justru mereka inilah yang membuat perusahaan hancur. Tapi perlu diingatkan pula bahwa tidak semua orang mesti dibuat susah dulu, supaya berhasil. Yang jelas kita dituntut untuk bisa menghadapi segala masalah dan bertumbuh di situ.

Konsep ini harus ditanamkan supaya kita melihat bahwa setiap permasalahan itu adalah anak tangga menuju kemajuan. Jangan memotong kompas untuk bisa lari ke jalan yang mungkin lebih mudah, tetapi salah. Misalnya, jika sakit, kita berdoa supaya disembuhkan Tuhan. Namun saat Tuhan 'memperlambat' proses penyembuhan dalam rangka menguji, kita lari ke dukun. Ini jelas suatu contoh mentalitas yang payah.

Orang yang memiliki kesabaran memiliki daya tahan yang tangguh karena ada pengharapan yang kuat. Pengharapan dari mana? Pengharapan akan kasih Kristus. Pengharapan akan kasih yang menggelora dan terus berkem-bang dalam batin, membuat kita sangat kuat luar biasa.

sea-games